Materi Mentoring Mingguan...
Bismillaahirrahmaanirrahiim, mari kita bersyukur kepada Allah
atas nikmat sehat, nikmat Iman dan Islam yang telah diberikan-Nya kepada kita
hingga hari ini.
Pertama-tama yuk kita kaji dahulu mengenai makna iman. Iman
secara bahasa artinya adalah yakin atau percaya, sedangkan secara istilah iman
artinya adalah membenarkan dengan hati (percaya), melafalkan dengan lisannya,
dan melaksanakan dengan amalnya (dengan segenp potensi yang dimilikinya). Dari
pengertian iman secara istilah, tentunya iman tidak hanya sekedar percaya, atau sekedar ngomong saja,
atau bahkan sekedar diamalkan saja. Iman yang benar adalah yang berjalan ketiga
hal tersebut.
Ingat, iman harus dibuktikan dengan
amal, dan setiap amalan harus didasari dengan iman, itulah hubungan kuat antara
iman dengan amal.
Kemudian, dalam Hadits Arba’in kedua dari jalur Umar
Radhiyallaahu ‘anhu, disebutkan:
“…Lalu dia (Malaikat Jibril) berkata lagi: “Beritakan kepadaku tentang iman?” Nabi bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik dan buruk…” Inilah yang disebut dengan Rukun Iman yang ada 6, apa-apa saja yang harus kita Imani.
“…Lalu dia (Malaikat Jibril) berkata lagi: “Beritakan kepadaku tentang iman?” Nabi bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik dan buruk…” Inilah yang disebut dengan Rukun Iman yang ada 6, apa-apa saja yang harus kita Imani.
“Bagaimana caranya agar kita bisa
merasakan manisnya iman?”
Pertama, kita harus mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kita kepada selainnya. Kedua, cinta kita kepada seseoang haruslah karena Allah. Ketiga, membenci kekafiran sebagaimana kita tidak suka terhadap neraka.
Pertama, kita harus mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kita kepada selainnya. Kedua, cinta kita kepada seseoang haruslah karena Allah. Ketiga, membenci kekafiran sebagaimana kita tidak suka terhadap neraka.
“Bagaimana karakteristik orang-orang yang beriman?”
Mari kita buka surat Al Mu’minun ayat 1-11:
Mari kita buka surat Al Mu’minun ayat 1-11:
“Sungguh
beruntung orang-orang yang beriman (1),
(yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya (2),
dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna (3),
dan orang yang menunaikan zakat (4),
dan orang yang memelihara kemaluannya (5),
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela (6).
Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zinda, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (7).
Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya (8),
serta orang yang memelihara shalatnya (9).
Mereka itulah orang yang akan mewarisi (10),
(yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (11).”
(yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya (2),
dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna (3),
dan orang yang menunaikan zakat (4),
dan orang yang memelihara kemaluannya (5),
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela (6).
Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zinda, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (7).
Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya (8),
serta orang yang memelihara shalatnya (9).
Mereka itulah orang yang akan mewarisi (10),
(yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (11).”
Orang-orang yang beriman adalah yang
khusyuk dalam shalatnya, yang menjauhkan diri dari perkataan dan perkataan
tidak berguna, yang menunaikan zakat, yang menjaga kemaluan dari perbuatan
zina, yang memelihara pandangan dan kemaluannya, yang memelihara amanah serta
tepat janji, dan memelihara shalatnya.
“Bagaimana cara menjaga iman?”
1. Tadabbur Al Qur’an
2. Berdzikir
3. Menuntut ilmu
4. Memperbanyak dan
menyegerakan melakukan amal sholeh.
5. Mengikuti
pertemuan/majelis.
“Hal-hal apa sajakah yang harus kita waspadai yang dapat
melemahkan iman?”
1. Berada pada
tempat yang jauh dari suasana keimanan
2. Jauh dari
teman-teman yang sholeh
3. Terlalu sibuk
mengurusi harta benda dan urusan dunia
4. Panjang
angan-angan dan berlebihan
“Apa akibat dari lemahnya iman?”
1. Terjerumus ke
dalam ke maksiatan
2. Tidak tekun dan
malas beribadah
3. Memudarnya tali
ukhuwah
Sekiranya
itu saja yang bisa disampaikan, sesungguhnya kesempurnaan hanyalah Milik Allah,
dan mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dari tulisan ini, untuk itu
harap dikoreksi dan diluruskan,
Terima kasih
No comments:
Post a Comment