Sunday, March 1, 2015

Manisnya Beriman

Materi Mentoring Mingguan...


Bismillaahirrahmaanirrahiim, mari kita bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat, nikmat Iman dan Islam yang telah diberikan-Nya kepada kita hingga hari ini.

Pertama-tama yuk kita kaji dahulu mengenai makna iman. Iman secara bahasa artinya adalah yakin atau percaya, sedangkan secara istilah iman artinya adalah membenarkan dengan hati (percaya), melafalkan dengan lisannya, dan melaksanakan dengan amalnya (dengan segenp potensi yang dimilikinya). Dari pengertian iman secara istilah, tentunya iman tidak hanya  sekedar percaya, atau sekedar ngomong saja, atau bahkan sekedar diamalkan saja. Iman yang benar adalah yang berjalan ketiga hal tersebut.
            Ingat, iman harus dibuktikan dengan amal, dan setiap amalan harus didasari dengan iman, itulah hubungan kuat antara iman dengan amal.

Kemudian, dalam Hadits Arba’in kedua dari jalur Umar Radhiyallaahu ‘anhu, disebutkan:
“…Lalu dia (Malaikat Jibril) berkata lagi: “Beritakan kepadaku tentang iman?” Nabi bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik dan buruk…” Inilah yang disebut dengan Rukun Iman yang ada 6, apa-apa saja yang harus kita Imani.

            “Bagaimana caranya agar kita bisa merasakan manisnya iman?”
Pertama, kita harus mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kita kepada selainnya. Kedua, cinta kita kepada seseoang haruslah karena Allah. Ketiga, membenci kekafiran sebagaimana kita tidak suka terhadap neraka.

“Bagaimana karakteristik orang-orang yang beriman?”
Mari kita buka surat Al Mu’minun ayat 1-11:
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman (1),
(yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya (2),
dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna (3),
dan orang yang menunaikan zakat (4),
dan orang yang memelihara kemaluannya (5),
kecuali terhadap istri-istri  mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela (6).
Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zinda, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (7).
Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya (8),
serta orang yang memelihara shalatnya (9).
Mereka itulah orang yang akan mewarisi (10),
(yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya (11).”
            Orang-orang yang beriman adalah yang khusyuk dalam shalatnya, yang menjauhkan diri dari perkataan dan perkataan tidak berguna, yang menunaikan zakat, yang menjaga kemaluan dari perbuatan zina, yang memelihara pandangan dan kemaluannya, yang memelihara amanah serta tepat janji, dan memelihara shalatnya.

            “Bagaimana cara menjaga iman?”
1.      Tadabbur Al Qur’an
2.      Berdzikir
3.      Menuntut ilmu
4.      Memperbanyak dan menyegerakan melakukan amal sholeh.
5.      Mengikuti pertemuan/majelis.

“Hal-hal apa sajakah yang harus kita waspadai yang dapat melemahkan iman?”
1.      Berada pada tempat yang jauh dari suasana keimanan
2.      Jauh dari teman-teman yang sholeh
3.      Terlalu sibuk mengurusi harta benda dan urusan dunia
4.      Panjang angan-angan dan berlebihan

“Apa akibat dari lemahnya iman?”
1.      Terjerumus ke dalam ke maksiatan
2.      Tidak tekun dan malas beribadah
3.      Memudarnya tali ukhuwah

Sekiranya itu saja yang bisa disampaikan, sesungguhnya kesempurnaan hanyalah Milik Allah, dan mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dari tulisan ini, untuk itu harap dikoreksi dan diluruskan,
Terima kasih